Senin, 11 Juni 2012

Kian Langka Kian Berkilau


KM.MellbaoNews.Tiba-tiba kakek itu menerobos  masuk  ke kadang kambingnya,  yang terletak  tidak jauh dari rumahnya.  Suara kambing pun terdengar dari dalam  kandang, hingga dari tempat kami duduk, terdengar nyaring,  embek…… embek….embek. suara kambing itu. Kakek itu pun keluar seketika sambil membawa anak kambing yang hampir sekerat, karena kena penyakit cacingan.

Penyakit cacingan,  pendarahan ketika melahirkan (abortus), penyakit kulit, dan keracun adalah penyakit yng sering menjankit kambing yang ada disekitar Lingkungan Banjar, Ampenan. Sehingga jumlah populasi ternak kambing dari tahun ketahun semakin berkurang jumlahnya di Ampenan. Pada hal permintaan terhadap kambing terus mengalami permintaan dari masyarakat yang tertarik mengkonsumsi daging kambing, terutama, untuk dipotong pada hari-hari tertentu.

Kesulitan kami sebagai peternak kambing, sulitnya mendapatkan rumput, dan penggobatan  penyakit, terkadang kambing yang saya pelihara tiap tahunnya ada saja mati, 1-2 ekor kambing, dan jangan hern ketika harga kambing makin mahal harganya bisa mencapai 1. Juta  sampai 2 , juta untuk kambing yang baru beumur 2 tahun,:” kata Papuk Enyol, dengan raut wajah menyedihkan, sambil mengenang mengendong kambingnya yang mati di pangkuannya. (Yar)
  

Pelajaran Ekstrakuler Mereka Membersihkan Rumput


 
KM.MellbaoNews.Nampak dari kejauhan serombangan anak-anak kecil belia itu sedang asyik bermain lumpur di, sambil bercanda, mereka membungkukkan badan dalam barisan yang berbeda. Setelah KM.Mellbao mendekat, baru ketauan mereka sedang menanam bungsa dan membersihkan halaman madrasah dan musolla. Anak-anak itu merupakan murid Madrasah NW Jempong, Selatan tepatnya berada di Lingkungan Jempong Selatan, Kecamatan Ampenan. Mereka tidak sedang bermain tapi sedang belajar membersihakan rumput. Ya mereka pagi itu sedang belajar mata pelajaran budidaya tanaman yang masuk dalam ekstrakuler di Madrasah.

Setiap hari jum’at guru mewajibkn anak-anak itu menata halaman madrasah dan disekitar. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh siswa itu merupakan langkah yang patut diapresiasi, betapa tidak pekerjaan yang tidak popular itu mereka senang lakukannya. Kami memilih mengajarkan mereka menanam bunga, membersihkan halaman, karena dengan cara ini, kami memandang, mereka peduli dengan lingkungan sekitar mereka, paling tidak mereka harus senang menanam bunga dan membersihkan halaman sekolah atau pun halaman rumah mereka sendiri, salah satu guru memberikan penjelasan.

Saya senang bisa belajar menanam bunga, membersihkan halaman madrasah, biar kelak selesai sekolah, saya bisa membantu orang tua saya untuk membantu orangtua dan masyarakat, jelas salah seorag murid madrasah.(Yar).   

M-PLIK Mobile Makin Tren di Kota Mataram


KM. Mellbao, Senja menjelang malam, 06.00 wita, petugas dimobil biru itu sudah terlihat menyiapkan laptop dimeja panjang berukuran 2 meter persegi. Tukang parkir pun tidak  mau ketinggalan dalam ambil bagian untuk menyiapkan lahan parkir didepan mobil pelayanan internet keliling (M-PLIK). Mobil M-PLIK dilengkapi dengan jaringan internet yang cukup cepat dalam mengakses data, selain itu, biaya murah dan terjangkau, 1 jam , Rp. 1000. Dioperasikan oleh dua petugas, operator dan driver, akan  senantiasa siap melayani para pengguna layanan internetan, games, download dll.

Antusias pengunjung dari kalangan  anak,-anak dan dewasa berdatangan dari sekitar Kota Mataram, kursi duduk berderet disediakan petugas tidak cukup penampung pengunjung yang hendak mencoba pelayanan di M.PLIK mobile. Waktu beroprasinya mualai dari jam, 6.00 sore sedang untuk tutupnya disesuaikan dengan kondisi pengunjung yang datang.   

Harapannya  dengan adanya M-PLIK, mobile ini dapat melayani warga Kota Mataram, secara maksimal dalam mencari informasi,  terutama untuk kalangan anak muda supaya menggunakan pelayanan ini dengan mencari  informasi yang bersifat  positif,” Kata Ari petugas  M-PLIK, Mobile dengan wajah kelihatan berbinar-binar saat ditemui KM. Mellbao di Jalan Udayana.

Hal senada juga diunggkapkan, Sri (21), Mahasiwa, kami merasa terbantu dengan adanya M-PLIK mobile ini,  terutama bagi kami anak-anak kost, pelayanan murah menjadi pilihan alternatif dan tren kami. Ucapan terima kasih pada Dishubkominfo Provinsi NTB dan pihak-pihak lainnya yang sudah menyediakan M-PLIK mobile ini, “ ujarnya."  Sri. (Yar)


Minggu, 10 Juni 2012

Gas Murah Ala Pak Nasirep

mellbao.  Hari-hari belakangan ini ibu rumah tangga dan pengguna gas elpiji mulai kesulitan mencari gas elpiji.  Kalaupun ada, pasti harganya melambung tinggi. 

Tapi km. mellbao kali ini tidak tertarik membahas masalah itu, biarlah itu diurus oleh yang punya urusan.  KM.mellbao ahad,10 juni 2012 bertemu dengan seorang penjual gas.  Namanya pak Nasirep, seorang penjual balon gas keliling yang berasal dari Cakra.  dengan bermodal sepeda onthelnya yang dimodifikasi pak nasirep menjajakan balon gasnya dengan harga yang sangat murah.  500 rupiah/balon gas. Murah kan?

Dengan alat sebuah tabung gas bekas, pak nasirep membuat gas sendiri.  Ia meracik potongan aluminium yang dibelinya di tempat barang bekas dengan karbit, lalu dicampur dengan air secukupnya.  Bim salabim, jadilah gas.  Begitu mudah, murah dan cepat.  Lalu dengan membuka kran yang ada ditabung gasnya, pak nasirep mengalirkannya untuk mengisikan gas kedalam balon.  Dan, wuss! balon itupun terbang.  Tapi sebelumnya pak nasirep sudah mengikatkannya dengan seutas benang sepanjang lima meter.  "sehari saya bisa menjual 10 hingga 15 balon gas." katanya, "lumayan." senyumnya bahagia.

Sementara kita pusing dengan harga gas yang makin melambung, Pak Nasirep dengan mudah, murah dan cepat memproduksi gas dan menjualnya untuk membawanya terbang meraih mimpi.  Tinggalkan cerita gas elpiji yang katanya langka di negeri yang berlimpah gas ini. [DATUmellbao]

Manis Asin Berkat Isra' Mi'raj

KM.MellbaoNews. Malam Isra' Mi'raj sering menjadi malam yang dianggap sebagai malam penuh barokah bagi sebagian masyarakat suku sasak khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sehingga pada malam setelah acara Isra' mi'raj selesai kita akan menemukan, istilah atau ungkapan "Berkat". Momen ini juga merupakan wahana  yang paling tepat untuk memperkuat tali silaturahmi dengan semua kerabat, seperti, sanak saudara, teman dekat pun semua akan diundang bila perlu.

Begitu juga halnya dengan kunjungan Komunitas Kampung Media Mellbao ke salah satu  rumah KM. yang berada di Lingkungan Karang Bata, Cakranegara. Lantunan shlowat badar begitu merdu terdengar di masjid lingkungan Karang Bata menandakan sedang berlansungnya Isra' mi'raj. Kedatangan kami disambut dengan hangat oleh KM.Abiantubuh dirumahnya dan mempersilahkan kami masuk.

Duduk bersila sambil berdiskusi ringan menjadi penyejuk suasana paling dirindukan. Berkat" Isra' mi'raj juga menjadi suguhan yang pertama dan istimewa di tengah-tengah diskusi kami yang semakin hangat, sehangat kopi yang di hidangkan kemudian. Jika berminat dengan berkat Isra' mi'raj ini, ayo silahkan dicicipi. Ini namanya "berkat" kata, Ketua KM. Abiantubuh sambil mempersilahkan  kami untuk mencicipi berkat tersebut. Sate kambing bakar, telor pelalah, dan daging rendang gurih membuat suasana makin pedas, sambil merasakan pedasnya  kepicutnya kuah rendang. 

Wah, pedasnya memang terasa sekali berkat Isra' mi'raj  ini, justru "berkat" yang seperti ini yang kita cari kata Ahyar dari KM. Mellbao, sambil dia menyantap sate bakar maik angen, sampai manis asinya melebur dalam suasana keheningan. (Yar).

Kangkung; Ceritamu Kini

mellbao.  Aliran sungai kali jangkok mulai terlihat surut, sungai yang membelah kecamatan Ampenan itu sekarang terlihat kering.  Dasar sungai yang kotor berlumpur tampak kurang elok di pandang ditambah dengan tumpukan sampah yang nyangkut dibeberapa dinding sungai.  Km. mellbao yang kebetulan memang sedang getol-getolnya mencari berita seperti mendapat bahan berita begitu melihat hamparan hijau yang tak terawat dipinggiran kali jangkok ikut tertutup sampah yang terjebak.    

Kangkung, ya hamparan hijau itu adalah kangkung.  Bahan pokok pelecing makanan khas suku sasak itu tampak mulai layu, kusut dan tua.  "padahal baru dua minggu yang lalu saya tanam pak." kata inaq enyol yang tinggal di dasan agung.  Ia menanam kangkung di aliran sungai kali jangkok yang berbatasan dengan kelurahan pejeruk kecamatan Ampenan sudah sejak lama, "ada sekitar 10 tahun saya menanam kangkung disini pak."jelas inaq enyol sembari membersihkan sampah-sampah yang nyangkut di kangkungnya.  Bermodalkan tali rafia, bambu dan potongan kangkung yang dipotong seukuran sendok makan, inaq enyol membuat area kebun kangkung mengapungnya.  Satu tali rafia sepanjang 5-8 meter ia bentangkan dengan terlebih dahulu menanam patok bambu yang sudah dipersiapkannya.  Lalu dengan cekatan inaq enyol mengikat satu persatu potongan kangkung disepanjang tali rafia hingga berjejer puluhan ikat kangkung.  "kalau sudah selesai, kita tinggal tunggu aja sampai satu dua bulan untuk panen,"katanya,"tapi harus sering dibersihkan biar kangkung yang dihasilkan bagus."  Namun sayang, bulan ini inaq enyol sepertinya gagal untuk mendapatkan panen seperti yang diharapkannya.  Kondisi kali jangkok yang makin memprihatinkan karena makin dangkal dan kotor, membuat kualitas kangkungnya tidak maksimal.  "ini saja sudah kecoklatan, padahal kalau umur dua minggu biasanya warnanya hijau segar."ungkapnya mengungkapkan sedikit kekecewaan.  

Inaq enyol dan kali jangkok, satu potret kecil jalinan hubungan manusia dengan alam yang mulai terusik karena ulah sebagian manusia yang masih tidak perduli pada lingkungan.  Mengakibatkan terganggunya rantai ekonomi inaq enyol dan inaq enyol lainnya yang menggantungkan harapan dengan menanam kangkung di Daerah Aliran Sungai.  Akankah satu kebiasaan buruk kita dengan membuang sampah disungai, membuat kita akan kehilangan satu makanan khas karena makin langkanya kangkung? dan membuat inaq enyol kehilangan mata pencaharian?.  Ah. [DATUmellbao]

Sabtu, 09 Juni 2012

Perpustakaan Makin Dekat Di Hati


                               

KM.MellbaoNews. Ibu, saya mau buku Doeremon, ya nak sebentar ibu carikan dulu ya, ibu saya juga  mau membaca buku Harry Potter, kata anak berumuran 4 tahun pada ibunya.  Itulah suara anak  kecil bersama ibunya. Ketika ia sedang hendak memilih buku di mobil Perpustakaan keliling kota Mataram (Puskot). Kegiatan lokasinya di Taman Udayana setiap hari Minggu.  5 menit setelah mobil Puskot berhenti, puluhan anak-anak kecil berumur 3-6 menyerbu mobil berwarna hijau muda itu, petugas pun lansung membuka pintu belakang dan samping sambil kelihatan tergesa-gesa. Ratusan buku beragam jenis mulai memikat daya tarik semua pengunjung yang lalu lalang didekat mobil berwarna biru muda itu, terutama bagi anak-anak kecil dan dewasa.

Kegiatan yang dilakukan oleh Puskot ini sudah berjalan sejak 2007, dan rutin dilakukan 2 bulan sekali untuk di taman Udayana, dan tiap minggu di semua kota Mataram. Pak hamdi, seorang petugas perpustakaan keliling, Pemkot ketika dihubungi KM.Mellbao, mengatakan,“ kegiatan Puskot keliling ini, harapannya agar seluruh masyarakat di Kota Mataram mulai sadar akan pentingnya membaca buku mulai dari usia dini khususnya untuk anak-anak yang ada di semua kota Mataram. Disamping itu juga Puskot keliling juga melayani  pembuatan kartu anggotta untuk bagi yang berminat menjadi anggotta, dengan persyaratan, hannya  menunjukkan Kartu Tanda Pengenal (KTP) atau kartu domisili, khusus untuk kalangan dewasa, sedang anak yang masih sekolah bisa dibuat dari pihak sekolah ujarnya.”


Ya memang betul, selama ini buku bacaan yang berkeliling itu masih jarang kita bisa temukan, dan Menumbuhkan minat baca pada anak-anak memang sangat sulit, sehingga membutuhkan peran serta orang tua, tapi dengan adanya perpustakaan keliling ini anak saya merasa terbantu dan mau membaca karena buku-buku yang disediakan tetap diganti setiap kali datang. Kedepan perpustakaan keliling seperti ini semoga akan bisa bertambah Ungkap.” salah seorang pengunjung perpustakaan keliling. (Yar).

Stadion Malomba Siap Di Bangun



mellbao. Masyarakat Ampenan sekarang kembali berbangga hati dan menyunggingkan senyum manis, setelah rencana pembangunan Ampenan Harbor. Kini salah satu lapangan yang telah menjadi legenda di pulau Lombok bahkan di NTB yaitu Lapangan Malomba, siap untuk dibangun.  

Rencana pembangunan lapangan Malomba ini jelas membuat banyak klub-klub sepak bola di Ampenan khususnya dan Mataram pada umumnya jadi semakin bergairah.  Bahkan banyak klub yang sudah gulung tikar, begitu mendengar Malomba akan dibangun lagi berencana menghidupkan lagi klub sepak bolanya.  Salah satunya klub sepak bola TFC Tangsi Football Club. Klub sepak bola yang bermarkas tepat dibelakang stadion Malomba ini dimasa jaya Malomba diera 80'an pernah menjadi tim yang sangat disegani di Lombok Barat. "sekarang kami ingin menghidupkan lagi TFC," kata Hasibuan seorang mantan pemainnya yang kini telah menjadi wasit kota mataram,"banyak tim sepak bola sekarang berubah jadi tim Futsal karena kendala tidak ada lapangan bola."katanya saat ditemui km.mellbao kemarin sore ditaman malomba.  

Kini setelah rencana besar pemerintah daerah dan kementerian olahraga ini siap direalisasikan, tidak ada alasan lagi bagi kawula muda Ampenan dan Mataram untuk tidak berprstasi dibidang olah raga khususnya sepak bola.  Setidaknya Malomba bisa menjadi tempat atau Base Camp salah satu tim yang berlaga di kompetisi profesional PSSI seperti tim KSB agar motivasi dan geliat stadion yang akan diberi nama Stadion Legenda Malomba ini bisa membawa atmosfer dan semangat baru dikalangan pencinta olah raga sepak bola.  Kita tunggu saja. [DATUmellbao]

Pelukis Kampung Yang Mendunia


mellbao.  Dari sebuah gang sempit di Lingkungan Pejarakan Ampenan, dirumah mungilnya yang asri.  Adjie merangkai mimpinya.  Lewat goresan paletnya (sebuah alat yang biasa digunakan tukang keramik untuk memoles semen namun berukuran kecil sebesar kelingking orang dewasa) Adjie menciptakan karya lukis yang menawan.  Dan itulah yang menjadi ciri khas lukisannya, terkesan kasar dan tumpang tindih.  Namun bila diperhatikan dari jarak 1 atau 2 meter lukisannya akan tampak lebih hidup dan mengagumkan.

Sudah banyak hasil karyanya yang bahkan sampai dijual di galery-galery di luar negeri.  Seperti Jepang dan Australia serta beberapa negara eropa seperti Jerman.  Didalam negeri terutama di Lombok sendiri banyak Hotel ataupun restauran yang memajang lukisannya, seperti Hotel Sahid Legi, Lombok Raya, Zaitun Selaparang, Mc Donald, Bank BRI dan beberapa rumah pejabat dan Gallery di senggigi juga Bali.  Adjie, yang berasal dari Pasuruan Jawa Timur.  Sudah menggeluti dunia seni lukis sejak tahun 1990'an, bahkan karena kecintaannya pada dunia yang satu ini, ia rela meninggalkan rumah dan kedua orang tuanya juga sekolahnya.  bergaya hidup ala Bohemian, begitu kata orang tentang gaya hidupnya yang tak teraratur seperti manusia normal lainnya.  Bahkan ia pernah ndak mandi selama hampir satu bulan dan khusyuk melukis, "kalau sedang mood memang gitu mas." katanya saat km.mellbao mengunjunginya dirumahnya yang juga menjadi tempat kerjanya.  "rumah ini,"ceritanya "adalah hasil melukis dan bantuan dari bapak almarhum H.Akeang." katanya mengenang H.Akeang si pengusaha pemilik Hotel Lombok Raya.  


Kini diusianya yang sudah hampir 40 tahun, Adjie sedang ditawari oleh bossnya yang seorang bule asal Australi untuk mengadakan pameran tunggal di negeri kangguru itu, dengan nama David Turrel pemberian bossnya, Adjie berusaha meraih mimpinya agar bisa dikenal dan terkenal seperti idolanya seorang pelukis Asal Australia John Mc Carvin.  "saya saat ini memang lagi seneng sama gaya melukisnya Mc Carvin." katanya.  

Tapi keinginannya yang terbesar adalah mempunyai lapak dijalan-jalan disekitar kota Mataram, "karena saya ingin lukisan itu bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Kalau di galery kan hanya orang-orang berduit saja yang bisa menikmatinya." ujarnya sambil menceritakan kalau mulai minggu depan ia akan jualan di sekitar jalan udayana yang tak jauh dari rumahnya.  "seni itu indah, tapi indah itu belum tentu seni."katanya menjelaskan beda antara seni dan indah pada km.mellbao. [DATUmellbao]


Jumat, 08 Juni 2012

GRIYA WALET INDAH

mellbao. Ada yang menarik di tepian kali jangkok Ampenan, tapi bukan tentang lapak baru para pedagang kaki lima yang sudah dibangun oleh pemerintah Kota Mataram.  Melainkan deretan ruko-ruko baru yang minimalis yang diatasnya dilantai II ruko terdengar rame seperti ada pesta fauna disana.

Ya, disana memang sedang ada kemeriahan fauna, tapi bukan pesta.  Ruko-ruko disepanjang kali jangkok dan sekitarnya kini sedang dipenuhi ruko untuk burung walet yang kabarnya bahkan sengaja dibuatkan ruko oleh pemiliknya karena tergiur dengan hasilnya yang wah.  Bayangkan saja, satu kilo sarang burung walet kelas sriti bisa dihargai sampai jutaan rupiah.  "Apalagi yang kelas walet super atau biasa disebut jenis kristal, harganya bisa sampai puluhan juta rupiah." kata Edy Wijaya seorang pengusaha alat-alat kantor dan sekolah yang menjadikan rukonya di lantai II sebagai tempat sarang burung walet.

Dan, suasana di sekitar ruko burung walet yang biasa diplesetkan oleh warga sekitar sebagai Griya Walet Indah karena keberadaan ruko mewah itu mirip seperti perumahan, berubah drastis.  Suasana perkotaan jadi terasa seperti di pedesaan atau terkesan alami karena suara burung walet yang begitu ramai terdengar.  "padahal itu cuma kaset kok mas."kata pak edy menjelaskan tentang suara walet yang begitu keras bahkan mampu mengalahkan suara bising kendaraan disekitarnya. "fungsinya, ya untuk menarik perhatian burung walet liar yang memang banyak sekali melintas disekitar sungai kali jangkok."jelasnya.

Nah, sekarang tinggal bagaimana pemerintah mengatur penataan griya-griya walet ini agar bisa menjadi tambahan pemasukan untuk APBDnya agar keceriaan walet-walet ini tetap terjaga. [mellbao]  

Kamis, 07 Juni 2012

Kota Mataram Kota Yang Menjanjikan

mellbao Namanya pak Samidjan, orang asli Sidoarjo.  Beliau pindah ke Mataram karena alasan klise, masalah ekonomi.  Pak samidjan adalah salah satu dari banyak orang asal jawa timur terutama sidoarjo yang mencoba peruntungan di Mataram.  ketika ditanya km.mellbao kenapa beliau pindah ke Mataram, pak samidjan menjawab dengan percaya diri, "mataram punya peluang yang menjanjikan." katanya.  Ia dan dua orang anaknya yang berusia 18 dan 21 tahun memutuskan pindah ke mataram hampir dua tahun yang lalu.  Tepatnya bulan agustus 2010. "apalagi setelah kasus lumpur lapindo mas, makin sulit saja kehidupan di sana." katanya sambil menceritakan sedikit kisah hidupnya. Ia bahkan rela berpisah dengan istri dan seorang anak perempuannya yang masih duduk dibangku SD.  "sebelum kuat pondasi usaha yang saya lakukan, saya belum mau mengajak mereka." tutur pak samidjan tentang alasannya meninggalkan istri dan anaknya.  
Dengan modal 20 juta rupiah dan sebuah mobil pik-up kreditan yang dikreditnya di jawa, pak samidjan dan kedua anak lelakinya membawa barang dagangan berupa sepatu kulit dari daerah asalnya, Tanggulangin-sidoarjo.  Daerah yang memang terkenal dan dikenal sebagai sentra pengrajin kulit. Kini, setelah hampir dua tahun pak samidjan berniat memboyong anak dan istrinya.  "sekarang alhamdulillah, usaha sepatu ini sudah kelihatan hasilnya walau tak banyak." ungkapnya sambil tatapnya menerawang jauh mungkin mencari wajah anak dan istrinya di sidoarjo sana.  Di lapaknya yang berada di trotoar jalan Adi sucipto kebon roek, pak samidjan mencoba meraih mimpi. [mellbao]

Kampung Media Mellbao Menggugat

mellbao. Pesan sms itu begitu singkat; kapan?. Ditujukan ke PT.WEB oleh km. mellbao lewat salah seorang perwakilan pt.web di Mataram Dimas Setyawan beberapa bulan yang lalu, namun sampai sekarang belum juga ada balasannya.  Pesan sms itu berkaitan dengan janji pt.web untuk memindahkan PLIK yang ada di Kantor Camat Ampenan ke kampung media.  Entah apa yang menyebabkan rencana tersebut tertunda, yang jelas cerita pemindahan itu sudah menyebar ke hampir semua pihak di sekitar kampung media mellbao. "lho PLIKnya ngak jadi ya mas?" tanya pak sarijo salah seorang guru SD di wilayah kelurahan ampenan selatan menanyakan perihal PLIK yang sempat diinformasikan km.mellbao kepadanya beberapa bulan yang lalu.  Alhasil, km.mellbao-pun jadi bingung mau jawab apa.  Soalnya hampir semua jawaban atau alasan sudah diberikan, namun cerita pemindahan PLIK masih saja belum jelas.  "ah lupakan saja dah, kalau memang rejeki kita PLIK nya pasti ke kita juga."kata ketua km.mellbao pasrah.