Jumat, 06 Juli 2012

POKOKNYA LIBURAN

mellbao.  Sebentar lagi masa liburan akan berakhir, dan sebagian masyarakat yang mungkin sibuk hingga lupa dan tak sempat mengajak buah hati mereka berlibur terlihat mulai bergerak cepat dipenghujung musim liburan kali ini.  Hingga terkadang keselamatan mereka dan buah hatipun dilupakan.


Seperti yang dilakoni oleh seorang ibu dari Pejeruk kecamatan Ampenan, yang dengan berani membonceng dua orang putranya dan tiga orang keponakannya untuk berlibur di tempat hiburan kura-kura yang berada di kota Mataram.  Dengan mengendarai sebuah sepeda motor si ibu melaju ditengah kepadatan lalu lintas kota mataram, "angkutan kota jarang mas, apalagi yang melintas di daerah pejeruk." kata si ibu yang bernama Nurhayati dari pejeruk bangket mengomentari kenekatannya membonceng lima orang sekaligus tanpa memikirkan keselamatan dirinya dan anak-anaknya.  "saya juga ndak punya uang lebih, dan hanya pas buat bayarin anak-anak ke tempat bermain."ungkapnya.  Sementara anak-anaknya yang dibonceng hanya tersenyum manis karena membayangkan liburan yang mereka idam-idamkan tanpa menyadari bahaya yang mungkin saja bisa mereka alami.


Dan, si ibupun melaju kencang.  Mengejar kebahagiaan sesaat untuk buah hatinya tanpa peduli lagi istilah atau makna safety first, dalam benaknya hanya ada kata; pokoknya liburan. Ah. [mellbao]

Kamis, 05 Juli 2012

Mereka Memperinggati Malam Nisfu Sya'qban

KM.MellbaoNews. Nasi bungkus seharga Rp. 2.500 kelihatan berdertan bersama piring berwarna putih di depan para beberapa jamaah yang ikut hadir dalam memperinggati datang malam Nisfu Syaq'ban tahun ini. Walaupun hidangan sederahana menemani mereka tak membuat mereka untuk tidak hadir pada malam itu. Sholat Magrib berjamaah pun dilakukan. Setelah itu baru seraya membaca yasianan bersama sampai usai.
 Seperti biasanya mereka melakukan diskusi rutin pada malam Juma'at. Satu minggu sebelumnya pesan singkat sudah dua tiga kali dikirim, hannya sekedar menggingatkan untuk jangan lupa datang pada malam nisfu Sya,qban tersebut.

Tempatnya terletak di sekertariat TGB Centre. Pembacaan surah Yasin dan zikir dilakukan dengan khusuk dalam menyambut akan datangnya bulan yang sangat mulia yakni bulan  Ramadhan. Bulan yang penuh magfiroh.

Menjadi sebuah tradisi bagi mayoritas umat Islam untuk memperinggatinya. dalam acara nisfu syaq’baan tersebut  penyampaian ceramah disampaikan oleh Ustaz Padli, dalam kultum yang disampaikan tentang empat sifat nabi Muhammad SAW yang harus bisa kita contohkan  dan diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari seperti Sidik, Amanah, Tabliq dan fatonah dan sprit perjuangannya mampu kita internalisasikan dalam segala aspek," beliau. (Yar)

Jelang Bulan Puasa Buah Lokal Kian Diminati

KM.MellbaoNews. Berbeda dari bulan dan tahun sebelumnya, disetiap tempat di kota Mataram menjelang datangnya bulan Puasa Ramadhan buah, semua jenis buah pun selalu mengalami kaaenaikan. Hal itu bisa disebabkan karena  permintaan buah terus mengalami peningkatan dari pembeli, bukan itu saja kelangkaan buah lokal juga jadi masalah bagi sebagian pedagang buah di Kota Mataram, khususnya di wilayah Ampenan tepatnya di Lingkungan Panji Tilar.
Bisa dibayangkan awalnya harga buah sabo perkilonya bisa mencapai Rp. 15.000. begitu juga dengan buah Jeruk, sedangkan untuk Apel terus mengalami kenaikkan harga sampai Rp. 20.000 perkilo.

Jumaenah, salah seorang pedangang buah lokal jalan Panji Tilar. menyebutkan, jangankan sudah bulan Puasa dari sekarang pun buah lokal sudah mulai ramai dengan pembeli yang singgah ditempat dagangan saya. Perkiraan saya kenaikkan harga buah lokal saat ini mengalami kenaikkan  harga dikarenakan kurangnya buah lokal seperti sekarang ini, apalagi nanti kalau sudah masuk bulan Puasa makin tambah mahal harganya bisa-bisa satu kali lipat," terangnya.

Seperti ditempat terpisah  juga tepatnya di pasar Kebon Rowek sudah kelihatan diserbu pembeli buah dan sejauh ini peningkatan pembeli tersebut. Terlepas dari itu pasokkan terhadap buah lokal yang kian diminati menjadi masalah bagi kami para pedangang buah di pasar ini," ungkap Mardiah. (Yar) 

Rabu, 04 Juli 2012

BANJIR DI MUSIM KEMARAU

mellbao.  Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan kedatangan tamu spesial yang sangat mereka idam-idamkan, disaat hujan tak kunjung datang dan tanaman serta tanah juga rerumputan kering kehausan.  Air melimpah tiba-tiba datang dan menggenangi sebagian komplek perumahan Seruni lingkungan Taman Irigasi.  

Air yang datang berlimpah dan menggenangi sebagian rumah warga dan menutup akses jalan masuk ke pemukiman tersebut berasal dari sungai dan got yang mengelilingi perumahan seruni.  Dari pantauan km.mellbao, melubernya air sungai diakibatkan karena tertutupnya sungai dan got oleh sampah selain tentunya akibat kesalahan petani yang membuka dam atau pintu air kecil yang mengatur sirkulasi air kedaerah tersebut untuk kepentingan pengairan sawahnya yang kebetulan berada di daerah seruni. Hal itu dibenarkan oleh seorang warga seruni yang ditemui km.mellbao, "biasanya ini ada petani yang membuka penutup pintu air untuk mengalirkan air ke sawahnya, ini sudah sering kali terjadi pak."kata Pak Ismail yang kebetulan rumahnya terkena imbas luapan air.

Akibat meluapnya air dari sungai dan got dikawasan perumahan seruni itu, aktivitas wargapun jadi terganggu.  Alhasil, tamu yang diharapkan inipun membuat warga banyak mengeluh walau sangat diharapkan kedatangannya.  Ah. [mellbao] 

 

Menjelang Tahun Ajaran Baru

KM.MellbaoNews.Tibanya Tahun ajaran baru saat ini, para orang tua di lingkungan Karang panas sepertinya ceritanya sibuk untuk mendaftarkan anak-anak mereka di beberapa sekolah yang dianggap favorit dan unggulan di Kota Mataram. Para orangtua pun dibuat resah dengan kemauan anak mereka  yang nekad untuk masuk disekolah-sekolah favorit  dan menjadi incaran anak mereka, kemauan anak pun mau tidak mau harus dihadapi dan lapang dada dengan keterbatasan ekonomiyang mengganjal para orangtua.

Tapi ada juga sebagian orangtua merasa senang ketika tahun ajaran baru ini tiba. Ceritanya pun bisa beragam. Ketika Komunitas Kampung Media (KM) melintasi lingkungan kawasan Karang Panas dan Dasan Agung dan Kota Mataram. Obrolan pak Aris kelihatanya begitu serius bersama tetangganya samping rumahnya sembari gobrol dibawah pohon Nangka miliknya. Saya tidak habis pikir biaya untuk masuk sekolah negeri di salah satu SMP dan SM sederajat di Kota Mataram mahal sekali, untuk bayangkan saja untuk masuk harus pakai biaya yang cukup mahal bisa mencapai 1. Juta  lebih untuk pertama kali masuk.

Kalau mahal begitu lebih baik saya suruh saja anak  tetangga saya dilingkungan saya masuk ke madrasah saja. anak-anak di kota sekitar Kota Mataram lebih banyak yang mau masuk di sekolah negeri sedang untuk masuk disekolah swasta atau madrasah di kota jarang yang mau masuk" terangnya. Sembari ia menggeluhkan isi pikirannnya pada KM. (Yar).

Jumat, 29 Juni 2012

Sumur Kering, Sungai pun Diserbu Warga

KM.MellbaoNews “Wah, sebagian dari mereka sudah lama sudah lama punya sumur, tapi kering. Hannya air sungai ini yang mereka pergunakan untuk mencuci pakaian dan mandi, sedangkan untuk memasak mereka menggunakan air PDAM.”  
Fandi (30) warga lingkungan Sembalun, Kecamatan Tanjung Karang, Ampenan,  begitu bersemangat menceritakan soal warga disekitar kampunnya. Seringkali Sumur yang dimiliki warga untuk diandalkan dalam memenuhi kegiatan mereka sehari-hari pada musim kemarau mengalami kekeringan, sehingga hal ini membuat sebagian warga memilih mengunakan air sungai yang tidak jauh letaknya dari perkampungan warga Sembalun.

Beberapa warga kelihatan antusias dan semakin ramai terlihat ketika mereka beramai -ramai  menunggu antrean sambil duduk dibawah pohon Waru sebelah sungai sambil mereka  membawa bak berwarna hitam berisi pakaian keluarga hendak dicuci.

Mereka pun harus rela  menunggu antrian disatu tempat dengan teratur.“ Terkadang ada sebagian warga yang memiliki sumur tapi mereka lebih sering datang mencuci di sungai. Alasan mereka karena malas nimbi pakai ember. ada juga sebagian warga yang tak punya dan mereka harus terpaksa menggunakan air sungai juga dan tiap hari saya perhatikan tetap ramai warga yang mencuci.” Terangnya Fandi. 


Beberapa warga kelihatan antusias dan semakin ramai terlihat ketika mereka beramai -ramai  menunggu antrean sambil duduk dibawah pohon Waru sebelah sungai sambil mereka  membawa bak berwarna hitam berisi pakaian keluarga hendak dicuci.
Mereka pun harus rela  menunggu antrian di satu tempat dengan teratur. “Terkadang ada sebgaian warga yang memiliki sumur tapi mereka lebih sering datang mencuci di sungai. Alasan mereka karena malas nimbi pakai ember. ada juga sebagian warga yang tak punya dan mereka harus terpaksa menggunakan air sungai juga dan tiap hari saya perhatikan tetap ramai warga yang mencuci.” Terangnya Fandi. (Yar)

Liburan Berprestasi

mellbao.  Musim liburan biasanya tempat-tempat tujuan wisata dan tempat hiburan ramai dikunjungi oleh anak-anak sekolah beserta keluarganya untuk sekedar melepas jenuh ataupun me-refresh jasmani dan rohani setelah satu tahun bergelut dengan aktifitas sekolah.

Tak heran kalau akhirnya tempat-tempat wisata seperti Mataram Mall jadi ramai dikunjungi wisatawan tahunan ini, yaitu anak-anak sekolah.  Namun tidak semua anak sekolah yang mengisi waktu liburnya dengan bertamasya atau rekreasi ke tempat-tempat wisata atau tempat hiburan yang makin banyak di Kota Mataram.  Seperti Astiti dan teman-temannya yang tergabung dalam komunitas panjat dinding.  Mereka saban sore setiap jam 4 hingga jam 6 sore sibuk berlatih di areal Gedung Pemuda Mataram yang baru satu bulan ini diresmikan setelah direnovasi total oleh pemprov Nusa Tenggara Barat.   

"ini kan juga liburan pak,"kata Astiti saat ditanya km.mellbao kenapa lebih memilih berlatih panjat dinding daripada ke tempat liburan lain, "intinya kan kita heppi-heppi." lanjutnya yang disambut teman-temannya.

Dinding yang tingginya melebihi tinggi pohon kelapa itu tak membuat astiti dan teman-temannya yang rata-rata berusia belasan tahun ciut, malahan dengan setengah bercanda mereka berebut ingin memanjat.  "mereka ini sudah hampir 6 bulan berlatih, dan dua diantaranya sudah pernah mengikuti lomba panjat dinding tingkat anak-anak, dan alhamdulillah bisa juara." kata Kak Heri yang menjadi pelatih mereka.

Mimik gembira, bahagia, lepas, bebas terlihat dari wajah-wajah mereka, keringat yang membasahi sekujur tubuh seakan melepas semua kejenuhan.  Bukankah itu makna liburan yang sesungguhnya? agar jasmani terasa segar dan jiwa tenang dan damai agar bisa siap menghadapi tahun ajaran baru yang lebih kompetitif.  "sambil menyelam minum air, sambil liburan meraih prestasi." tereak mereka kompak. [mellbao]   

Kamis, 28 Juni 2012

Pemuda Lingkungan Kampung Banjar Gelar Zikir Bersama


KM.MellbaoNews. Tak seperti malam biasanya, aktivitas pemuda menjelang Sholat Magrib. Sebgaian warga sudah mulai beranjak melepas lelah di pembaringan atau pun aktivitas lainnya seperti nongkrong bareng bersama teman-teman disekitar lingkungan berdekatan, apalagi di bulan ini sebgaian besar warga masyarakat sedang dibuat demam dengan petandingan piala Ureo 2012, sehingga tidak aneh kalau kita dengar disetiap pojok kan rumah warga mendengar anak muda membicarakan bola, tanpa bola dak bakaln seru, bahasa itu sepertinya sangat layak untuk di ketengahkan  dalam malam tersebut. 

Tapi hal berbeda bisa kita temukan pada sebuah aktivitas anak muda yang satu ini, mereka justru gelar zikir bersama dengan teman dan sebgaian warga disekitar Lingkungan Kampung Banjar, Kecamatan Ampenan. Berawal dari diskusi kecil dirumah salah seorang pemuda lingkungan Banjar, kegiatan zikir bersama pun dilakukan dengan kondisi seadanya, zikir tetap dilakukan walaupun hannya dihadiri oleh beberapa pemuda dan di sediakan segelas air putih di tengah-tengah mereka.


Zikir bersama malam ini merupakan zikir yang pertama kali kami lakukan dengan sebagaian pemuda di lingkunga Kampung Banjar kata Hilmi, yang mulanya zikir ini rencananya akan diadakan setiap malam juma'at di Masjid." terangnya.
Dari pemuda yang ikut dalam zikir bersama tersebut, mahasiswa, pemuda dan sebagian dari warga sekitar yang tidak mau ketinggalan dalam zikir tersebut. Dalam kesepatan tersebut KM.Mellbao juga diberikan kesempatan untuk memperkenalkan Komunitas Kampung Media pada acara zikir pada malam tersebut. (Yar).

Rabu, 27 Juni 2012

Kantor Kampung Media Kedatangan Puslitbang Kominfo RI


KM.MellbaoNews."Saya tertarik dengan ucapan pak Pairus tadi itu tentang sebuah Komunitas Kampung Media, saya ingin tau lebih banyak dengan Kampung Media." Bisakah diceritakan pada kami?
Kurang lebihnya kira-kira begitulah ungkapan yang terdengar ketika sedang berlansungnya obrol bareng, pak Ramon dan Komunitas Kanpung Media di Aula Kantor Dishubkominfo  yang berlokasi di Jalan Langko, Mataram. 
Tanpa direncanakan sebelumnya dari Puslitbang Kominfo Pusat beserta jajaran untuk bertemu dan gobrol bareng dengan sebuah yang bernama Komunitas Kampung Media, walaupun sudah ada agenda lain di tempat yang sama. Dalam obrol bareng yang berlansung sekitar, 2 jam ini dihadiri dari beberapa Komunitas Kampung Media yang ikut hadir. Dalam kesempatan ini digunakan oleh pak Ramon untuk menanyakan lebih banyak tentang kegiatan dilakukan oleh Kampung Media. Banyak anggotta komunitas ini berjumlah 50 dan tersebar sepuluh Kabupaten di seluruh NTB. 

Rasa penasaran dan tertarik pada  Komunitas kampung media terlihat ketika beliau mendengar penjelasan dari Ketua Kordinator Komunitas Kampung Media, Pairuzzabadi. SH. Dari sejak 2009 resmi dibentuk Komunitas Kampung Media telah mampu mengubah budaya bertutur menjadi budaya menulis disekitar lingkungan komunitasnya. Selain itu juga Kampung Media memberikan motavsi dan informasi yang layak pada masyarakat dan memperkenalkan  tentang pentingnya ramah IT." ternangnya.

Diakhir obrol bareng Pak Ramon mengungkapkan kekagumnya pada Komunitas Kampung Media, yang sudah melakukan upaya disamping inisiasi yang mencerdasakan masyarakat dan membuat masyarakat ramah akan dunia IT serta bagaiamana budaya betutur bisa dijadikan sebagai budaya menulis. Ke depan semoga akan bermunculan komunitas seperti ini" ternagnya. Dengan penuh optimis. (Yar)

Senin, 25 Juni 2012

Apa Komentar Mereka Soal Ditetapkan Bil Menjadi Embarkasi?


KM.MellbaoNews. Kabar tentang telah ditetapkannya Bandara Internasional Lombok (BIL) sebagai Embarkasi Haji, masih banyak belum diketahui oleh sebagian masyarakat di Kota Mataram khususnya di Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela. Selasa, 26 Juni, Ketika KM berkunjung ke salah satu tokoh masyarakat di Lingkungan  Mendeke, Kecamatan Sekarbela, sekaligus penjaga makam bersejarah Loan Balok.
Dalam kesempatan tersebut KM disambut dengan gembira. Masyarakat yang berkunjung ke pemakaman, akrab memanggilnya H. Kamalludin (65). Dari penggakuannya  kurangnya informasi yang didapatkan. Membuat beliau sampai saat belum mengetahui tentang ditetapkannya BIL menjadi Embarkasi Haji pada Rabu, (6/6,2012) kemarin.
Ketika KM meminta pendapatnya,  beliau begitu terkejut seketika sambil mengucapkan rasa syukur, Alhamdulillah, saya pribadi merasa bersyukur sekali dengan telah ditetapkannya Bil sebagai Embarkasi Haji ini,  terima kasih pada KM yang sudah memberikan informasi ini, begitu juga untuk masyarakat dan Gubenur NTB yang memperjuangkan perubahan itu. Semoga dengan adanya perubahan ini masyarakat NTB mendapatkan kemudahan untuk pergi tanah suci Mekkah. Biaya dan waktu pun lebih sedikit jika kalau dibandingkan dengan saya dulu pergi Haji tahun 80-an, membutuhkan waktu yang lama, sambil beliau menceritakan kisahnya ,” ungkapnya.
Ungkapan yang sama  juga datang dari salah seorang Aktivis Mahasiswa di Mataram kebetulan sedang berada ditempat bersamaan, Abdurrahman (23), ia mengatakan, saya pikir dengan penetapan Bil menkadi Embarkasi, hal ini akan mempermudah langkah para Jamaah Haji kita di NTB untuk ke tanah suci semakin dekat. Kita harus berterima kasih pada semua pihak yang sudah berusaha memperjuangkan penetapan Bil menjadi Embarkasi Haji. NTB harus lebih baik,” ungkapnya, dengan wajah bersemangat. (Yar).

Minggu, 24 Juni 2012

Hannya Ikan Teri Yang Tersangkut

KM.Mellbao. Terbilang masih pagi betul, di hari Senin, 25/6/2012. Kelihatannya  mereka begitu sibuk mengurus tugas masing-masing. Para nelayan lain duduk bebaris menarik tali jaring Krakat. Jaring Krakat dipasang setelah shloat subuh ketika air laut surut. Baju mereka sudah mulai basah dengan keringat menetes ditubuh. Istri dan anak sudah menanti dibelakang perahu-perahu mereka, untuk melihat hasil tangkapan ikan pagi itu, sambil dibawakan rantan berisi nasi untuk sarapan.
Panggil saja nama saya, pak Martini, (67). Pak Martini salah satu dari kelompok nelayan senior dikampung Banjar, Kecamatan Ampenan, usianya yang sudah lanjut tidak membuatnya jadi hambatan untuk terus membantu aktivitas kelompoknya  sekedar ikut menarik tali jaring Krakat yang sudah siap ditarik.  Begitu juga dengan kelompok nelayan lain. Di tengah keterbatasan fasilitas untuk melaut dan tangkapan ikan semakin pupus, sudah menjadi asam garam bersama kelompok nelayan lainnya. 

Pak Martini kepada Kampung Media (KM) saat ditemui, menceritakan liku-liku  tangkapan kelompoknya selalu apes atau kurang beruntung untuk berapa bulan bulan ini. Jaring Krakat kosong sering sekali kami hadapi, tapi semua itu lantas akan membuat kami untuk tidak menekuni pekerjaan ini, lihat saja hasil tangkapan hari ini, hannya 10 ekor ikan Teri kecil yang tersangkut di Krakat, anehnya sampah yang paling banyak. Padahal untuk memasang jaring saja butuh waktu berjam-jam. Tapi kami dengan kelompok nelayan selalu bersyukur dan lapang dada “ ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh warga Kampung Banjar, Saya sudah sering melihat nelayan-nelayan yang kerap jaring krakat kosong, berharap ikan yang tersangkut, tapi sampah dan pulang pun harus dengan tangan kosong, untung kalau ada ikan-ikan kecil yang tersankut, seperti ikan Teri,” ungkap Ridho, warga kampung Banjar. Tanpa terasa jarum jam pun sudah menunjukan 8.00 pagi, aktivitas pak Martini dengan kelompoknya berhenti seiring Matahari mulai menyengat dahi. (Yar) 

Sabtu, 23 Juni 2012

Membaca Peradaban Lewat Sebuah Buku

Opini KM.Mellbao. Sampai saat ini peran buku masih belum bisa tergantikan, terutama dalam kapasitas, sebagai sumber pustaka, sumber pengetahuan dan sumber imformasi walaupun banyak jejaring media sosial yang lebih praktis,dan lebih hebat seperti dunianya internet. Dan sampai kapan pun, buku akan tetap jadi primadona ilmu pengetahuan yang paling esensial bagi kemajuan peradaban manusia.


Sebuah buku mampu menghadirkan serpihan-serpihan sejarah yang sudah lama tercecer berabad-abad, seakan  menjadi terang benderang, oleh serpihan ilmu yang berserakan menjadi serangkaian data  yang diolah melalui tulisan lalu dibukukan menjadi sebuah buku sehingga semua itu menjadi peristiwa yang berguna dalam memberdayakan  kehidupan manusia. Maka, sejarah peradaban manusia sangat bergantung pada catatan masa silam yang sempat dibukukan dan menjadi sumber imformasi paling menentukan bagi masa depan peradaban manusia saat ini.


Menjadi Pertualang Intelektual 
"Menjadi petualang intelektual" kutipan bahasanya Bang Mujadid Muhas, bahasa inilah yang paling tepat dalam pemakaian bagi pecinta buku dan tulis menulis. Sebuah buku lahir dari perkembangan dan kebutuhan akan pentingnya komunikasi, informasi dan kemampuan daya pikir manusia, serta kelemahan daya tampung pikiran manusia yang sangat terbatas. Kebutuhan akan lahirnya buku bukan berarti mengesampingkan media dan sumber pengetahuan lainnya, melainkan karena memang sudah menjadi sebuah tuntutan zaman saat ini. Memang diperlukan sebuah media ideal yang mampu menampung segala bentuk ilmu dan pengetahuan yang belum tertulis dan dipublikasikan dalam bentuk kesatuan yang utuh yakni dibukukan menjadi sebuah buku.

Pada zaman kuno sebelumnya kita mengenal sebuah peradaban buku, tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan pada saat itu. Tak heran jika penyampaian imformasi tentang certita-cerita, nyanyian, doa atau pun syair masih mengunakan media lisan dari mulut ke mulut. Sampai pada waktunya manusia mulai memikirkan cara untuk menuangkannya semua itu dalam bentuk tulisan. Maka hasil tulisan itu lahirlah apa yang disebut dengan “buku”  kuno pada zaman ketika sarana ilmu pengetahuan masih belum begitu memadai.

Bagi saya peradaban buku adalah menjadi ciri khas kemajuan manusia dimasa lampau, disamping menyokong ilmu pengetahuan secara luas, buku juga menjadi cerminan pertualangan intelektual yang bisa dibayangkan tanpa harus melihat secara lansung dimana peradaban manusia itu berlansung. Peradaban buku telah membuktikan dahsatnya kemajuan pemikiran manusia dalam menyongsong kehidupan yang lebih dinamis dan progresif. Salah satu cirinya masyarakat berperadaban adalah  dengan adanya tulisan dan bahasa yang mewakili pemikiran manusia dalam menjalin internal aksi dengan manusia lainnya (Hablum min ‘nan nas). Dari proses intraksi itu lah bisa menciptakan sebuah bangunan peradaban buku-buku kuno.

Apa yang disebut dengan buku kuno ketika pertama kali dikenal belum seperti tulisan yang tercetak di atas kertas keping-kepingan batu, tulang unta, pelepah kurma itu pada zaman Nabi Muhammad SAW sampai pada zaman sahabat Khalafaurrasyidin, atau di atas kertas terbuat dari daun Papirus. Papirus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang tumbuh di sungai Nil.

Seperti halnya di ungkapan oleh peneliti sejarah Lew Hee Men, (2000:6) dalam bukunya, sejarah peradaban manusia, menyatakan  bahwa pertama kali tulisan yang tersusun secara alphabet ditemukan di Mesir sekitar pada 1800 SM. Pada awal pertama kali ditulis di atas kayu dan batu sebelum akhirnya ditulis diatas lembaran papirus. Kertas papirus bertulis dan berbentuk gulungan yang disebut sebagai bentuk awal buku kuno.

Pada perkembagan selanjutnya dunia pembukuan dan budaya tulisan mengalami perubahan yang signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih kita gunakan sebagai bahanbaku penerbitan buku. Tidak anyal jika lembaran-lembaran kertas telah memantik lompatan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan sampai saat ini.

Melalui lembaran-lembaran kertas, beragam pemikiran sudah ditorehkan dan elaborasi ilmu pengetahuan pun sudah mulai digalakkan. Lompatan besar melalui kertas yang menghasilkan berjilid-jilid buku dan sampai menjadi cikal bakal lahirnya sejumlah perpustakaan dan literasi menulis dan peradaban buku.

Kunci pembuka
Sejarah panjang pembuatan buku mencerminkan sebuah perjuangan panjang manusia dalam mengubah sebuah peradaban hingga dari zaman ke zaman. Sekarang dunia tulisan dan pembukuan sudah mengalami perkembangan yang sangat modern, dengan desain yang lebih menarik berwarna, dan tata letak yang bagus, waktu pembuatan yang singkat, serta mendapatkan hasil pembukuan yang banyak. Bahkan tehnologi informasi baru sedang bergerak merubah semua itu melalui jaringan yang lebih distributif dan tidak  sentralistis.

Cobalah kita berkaca pada masa lalu, betapa membuat tulisan untuk menjadikan buku itu sangat sulit, memerlukan ketelatenan, ketelitian kesabaran dan pengabdian yang totalitas dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana yang ada. Maka dari itu marilah kita menghargai sebuah tulisan dan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Membaca adalah kunci pembuka kemamfatan sebuah buku dan tulisan. Wallahu A’lam Bissawab. (Yar. KM.Mellbao).

Baunya Semakin Menyenggat


KM.MellbaoNews. Sore harinya, ketika Matahari tak lagi menyengat dan angin sejuk bertiup-tiup membelai pantai, di bagian depan sebuah kali membelah kota pesisir. Setiap harinya warga setempat menikmati pemandangan atau sekedar  menonton perahu hilir mudik dari laut pantai Ampenan.

Pandangan sekilas tertuju ke kali berukuran 4 meter,  tak ada yang aneh dengan pemandangan sore itu, semua jenis sampah berjejalan makin menumpuk  tenggah  di gerus gelombang air laut yang naik sampai ke hulu kali. Naiknya sampah di sekitar bahu jalan membuat sebagian warga yang lalu lalang menghirup bau yang kurang sedap. Di khawatirkan lagi  para warga lingkungan kampung  Banjar, Kecamatan Ampenan Selatan, merasa cemas dengan hal seperti itu.  
Bau sampah yang menyenggat hidung menjadi asam garam, dan kondisi sampah yang sedemikian sudah biasa saya saksikan di tempat ini. Saya tidak mau menyalahkan siapa pun dengan kondisi sampah yang seperti ini. Ujar Sidik warga kampung Banjar, dengan wajah sejenak terlihat sendu menatap sampah yang berjejalan terseret pasang surut air laut.

Hal senada juga diakui Yan, oleh salah seorang pemancing di kolam Ampenan mengatakan, Kondisi ini jelas memprihatinkan mengingat pantai Ampenan bagaikan kota mitro politan mini bagi warga  setempat dan tergolong sebagai bekas pelabuhan paling bersejarah  pada tempo dulu. Sehingga harapannya, masyarakat disekitar Lingkungan kampung Banjar perlu diberikan penyadaran untuk tidak membuang sampah sapi lagi ke tengah kali satu-satunya ini, terutama  peran serta pemerintah kota Mataram sangat ditunggu -tunggu, demi kenyamanan di sekitar lingkungan kampung Banjar ini," Ujarnya.  (Yar).

Jumat, 22 Juni 2012

Negeri 1001 Malam Di Ampenan

mellbao.  Alunan musik khas timur tengah mengalun syahdu begitu km.mellbao memasuki sebuah restaurant ala negeri unta itu.  Aroma daging terbakar yang tercium manis menyeruak tak kalah merdu menggoda penciuman.  Ya, di ampenan juga di kota mataram sekarang sedang terkena demam masakan dari negeri 1001 malam.

Tak kurang dari lima buah restauran ala timur tengah mangkal di kota tua ampenan.  Maklum saja karena hampir 80% orang keturunan arab yang tinggal di Kota Mataram bermukim di Ampenan.  Bahkan mereka juga punya kampung sendiri, yaitu Kampung Arab yang terletak di kelurahan Dayan Peken.  Awalnya masakan khas timur tengah itu di Ampenan hanya bisa dijumpai di Rumah Makan Arafat yang dimiliki oleh Keluarga Bagis.  Yang telah berdiri sejak tahun 80-an.  "sekarang kalau ente mau makan kebab atau sate domba dengan harga terjangkau, tak perlu repot. Sekarang sudah ada yang jual pake gerobak di pinggir trotoar jalan"kata Halid Bagis sang pewaris Rumah Makan Arafat saat mengomentari maraknya rumah makan atau pedagang makanan pinggir jalan yang menjual makanan timur tengah, "tapi tentu ndak se-afdol kalau ente makan di rumah makan asli arabnya" katanya.  

Sekarang, karena makin kondusifnya keadaan kota Mataram untuk berinvestasi, selain tentunya karena minat masyarakat terhadap menu 1001 malam ini makin banyak, membuat banyak pengusaha keturunan arab bahkan yang non keturunan arab alias orang lokal yang tertarik menggeluti bidang usaha kuliner ini.  Hingga sepanjang jalan niaga dan jalan saleh sungkar dipenuhi deretan warung kaki lima, rumah makan atau restaurant menyajikan menu negeri unta itu.

Dampaknya, tentu warga ampenan khususnya dan kota mataram pada umumnya jadi dimanjakan dengan banyaknya sajian khas berselera dari berbagai negara selain masakan lokal di wilayahnya.  Yang tentunya hal ini menambah keanekaragaman kuliner di Ampenan yang juga menjadi daerah tujuan wisata. [mellbao]   

Rabu, 20 Juni 2012

Si Nyamuk Aedes Berulah Lagi

mellbaopost.  Nyamuk yang satu ini memang sakti, kekebalan tubuhnya patut diacungi jempol dalam menahan semua serangan yang dilakukan manusia untuk memusnahkannya.  Fogging dan pemberian Abate yang merupakan senjata pamungkas dalam mengantisipasi nyamuk penyebab demam berdarah ini tak lagi mempan, lalu kita harus bagaimana?


Dan hari ini, kamis 21 juni 2012 dua korban terkena serangan si nyamuk yang dalam bahasa latinnya bernama Aedes Aegypti ini.  Kedua korbannya alhamdulillah bisa ditangani dengan cepat karena informasi tentang nyamuk yang satu ini sudah begitu luas diketahui warga masyarakat karena kesigapan  pemerintah kota dalam memberikan informasi sejak dini.  Adalah pak Anhar 52 tahun dan Feby 28 tahun warga lingkungan karang panas kelurahan Ampenan Selatan yang terkena gigitan penyakit si nyamuk aedes.  "ini karena kondisi sungai dan got disamping rumah kami yang kotor dan banyak tumpukan sampah akibat keringnya sungai."kata Bu Tri Subekti orang tua Feby.  


Sementara pak Anhar yang kondisinya lebih parah, saat ini sedang ditangani di ruang ICU Puskesmas Tanjung Karang.  "kesadaran masyarakat saat ini sangat diperlukan untuk menekan perkembangan nyamuk demam berdarah ini." kata kepala lingkungan karang panas H.Zaini saat ditemui km. mellbao disela kunjungannya melihat pak Anhar di puskesmas. "kami akan meminta ke puskesmas tanjung karang agar melakukan fogging di wilayah kami, agar setidaknya kasus DBD ini tidak menyebar."lanjutnya, selain itu H.Zaini juga akan segera mengerahkan warganya untuk melakukan kerja bakti dan gotong royong untuk membersihkan sungai dan got yang ada di wilayahnya.


Informasi tentang nyamuk aedes biang demam berdarah ini sekarang sepertinya harus direvisi pemerintah dan dinas kesehatan, "kalau dulu setiap musim penghujan, pemerintah lewat mobil informasi berkeliling mengingatkan warga agar melakukan tindakan 5M, sekarang walaupun dalam musim kemaraupun tindakan serupa harus dilakukan."kata pak Muhammad ketua RT 01 Lingkungan Karang Panas yang kebetulan dua korban yang terkena serangan si nyamuk aedes adalah warga di RTnya.


Si nyamuk aedes memang adalah penyebab penyakit demam berdarah ini, namun itu semua juga terjadi akibat kesalahan kita sendiri yang masih senang berkotor-ria dengan membuang sampah seenaknya di got dan sungai.  Jadi? kembali kepada kita, mau sehat; jaga kebersihan.  Mau sakit n ko'it; anda sudah tahu jawabannya. [datu mellbao]