Senin, 07 Mei 2012

ACTION GREEN

mellbaoNews Ide atau gagasan tak akan ada artinya tanpa tindakan.  Itulah yang di yakini oleh Kampung Media Mellbao dengan idenya untuk membersihkan dan me-recycle sampah yang selama ini menjadi masalah serius di Kota Mataram.  Dengan berbekal ide itu, ketua KM Mellbao dan anggotanya berkunjung ke kantor Program Unggulan Pemrov NTB dengan harapan ide mereka setidaknya mau didengar dan direalisasikan untuk dilaksanakan oleh Pemda atau Pemprov.
Ketua KM Mellbao dalam presentasinya didepan tim Program Unggulan yang berkantor di gedung sangkareang lantai II di komplek Kantor Gubernur NTB mengatakan, "harapan kami pengelolaan sampah di NTB bisa dilakukan dengan cara yang lebih efisien dan ekonomis." Dalam pemaparannya mh. Firmansyah menjelaskan tata cara operasional penanganan sampah dari rumah tangga sampai akhirnya ke TPA Kebon Kongok.  "kami berharap pemerintah mau mengubah pola operasional penanganan sampah saat ini, yaitu dengan mengganti truk pengangkut sampah yang saat ini masih di gunakan, dengan memodifikasinya agar sampah yang diangkut langsung terproses selama mobil truk pengangkut sampah itu bergerak. So, begitu sampai di TPA bukan sampah yang ditumpahkan melainkan pupuk cair." Katanya bersemangat. Dia berharap dalam satu dua tahun kedepan TPA kebon kongok tak lagi menjadi tempat tumpukan bergunung-gunung sampah, tetapi menjadi tempat penampungan berkarung-karung pupuk hasil pengolahan sampah.
Dalam presentasinya itu, ketua KM mellbao ini berani menjanjikan bahwa dalam 2 tahun ia dan timnya bisa menjadikan TPA Kebon Kongok menjadi TPP atau Tempat Penampungan Pupuk. "..dengan syarat, pemda-pemkot maupun pemprov bersedia mengalokasikan sedikit dana untuk pembelian alat pengolahan sampah.  Cukup yang sederhana asal benar-benar direalisasikan, jangankan 2 tahun bahkan dalam 1 tahunpun insya Allah, BISA!!." lanjutnya bak seorang calon kepala daerah yang kampanye.
Diujung presentasinya ia mengharapkan agar idenya untuk membuat mobil pengangkut sampah yang langsung berfungsi sebagai pengolah itu bisa dibuat oleh anak-anak SMK yang ada di NTB.  "kalau solo terkenal dengan mobil esemkanya, saya berharap agar NTB khususnya Kota Mataram dikenal juga karena menghasilkan mobil pengolah sampah."  (DatuMellbao)

Tidak ada komentar: