Minggu, 20 Mei 2012

Mengais Rupiah dari Tukang Cukur


MellbaoNews- sabtu sore tanggal 19/Mei/2012. KM Mellbao, menyempatkan diri untuk berkunjung disalah satu tempat di kota Ampenan untuk bertemu dengan seorang tukang cukur rambut  di bawah emperan  bangunan  tua  Kota Ampenan. Amak Musleh, pelanggan  belau sering memangilnya dengan nama itu,  umur beliau sekitar 65 tahun tidak melemahkan semangat untuk terus bekerja hannya untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau. Handuk kecil di taruh dipundak selalu menjadi teman setia beliau selama menjadi tukang cukur sederhana.   
 
Dengan bermodal alat tradisional  seadanya,  mulai  tempat tidak ada air conditioner (AC) layaknya tempat cukur mewah di mall atau salon. Tempat pun  di sewa dari kios  yang berada dibelakang ia saat ini membuka cukur rambut. Cukup kursi kayu yang di desain khusus, alat-alat cukur dan cermin. Dan tarif yang di pasang lumayan cukup murah bisa berkisar antara  Rp. 8.000 untuk dewasa dan Rp. 7000 untuk anak-anak. Untuk yang mencukur jenggot, tarifnya lain lagi. 

Sudah menjadi resiko beliau kalau sudah menunggu dari jam 8.00 pagi sampai jam sore tanpa ada satu pun yang cukur rambut. “ya mau gimana lagi nak yang terpenting kita sudah ihtiar” ungkap amak Musleh pada ketua kampung media Mellbao, sambil beliau mengusap keringat, diwajah beliau terpancar kerja keras, dan pantang menyerah. 

Soal berbagi resep sebagai tukang cukur beliau  punya banyak cara untuk melayani para pelanggannya. Istilah kerennya “customer service”. Biar tidak bosan, ia biasa bercerita apa saja ke pelanggannya dan di saat selesai mencukur, pijat kepala gratis sebagai bonusnya. (Mellbao).

Tidak ada komentar: