Selasa, 22 Mei 2012

KM MELLBAO KE TPA KEBON KONGOK

mellbaoNews. Selasa 21/05/2012, Matahari sedang terik-teriknya saat KM. Mellbao berkunjung ke TPA Kebon Kongok, tempat pembuangan akhir sampah dari Kota Mataram yang berada diwilayah Banyumulek-labu api kabupaten Lombok Barat.
Kunjungan KM.Mellbao itu memang sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari karena diharapkan dengan kunjungan ke TPA sampah itu, semua pertanyaan-pertanyaan yang sering terlintas disetiap benak warga kota Mataram (tentunya yang peduli akan lingkungan) bisa terjawab.  seperti pertanyaan, "Kemana dan diapakan semua sampah-sampah tersebut?."
setelah melihat dari dekat, KM.Mellbao merasa bahwa upaya pemkot Mataram dalam menangani permasalahan sampah sudah bagus dan cukup baik.  Dengan metode yang di sebut sanitary landfill dan memang sudah seharusnya TPA  menerapkan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycyling), dengan menerapkan Teknologi Sanitary Landfill. Teknologi tersebut  mengintegrasikan pengolahan sampah terpadu. Sampah yang ada didaur ulang, lalu dimanfaatkan komposnya, dan residu/sisanya dibuang ke penghancuran sampah. Sanitary Landfill adalah teknologi tinggi, yang investasinya saja sekitar Rp 100-200 juta perton. Sedangkan biaya operasional mencapai Rp 100-300 ribu per ton. 
Sambil berkeliling melihat aktifitas di TPA saat para pemulung yang jumlahnya puluhan orang berebutan mengais sampah plastik dan an organik lainnya yang bisa mereka jual, ketua KM. Mellbao yang juga seorang aktifis lingkungan mengatakan, " Sanitary Landfill itu mahal dan tidak efisien." lalu mengemukakan alternatif lain seperti yang sering ia kemukakan diberbagai kesempatan.  "yaitu dengan melakukan proses daur ulang atau komposting sejak dari awal," katanya, dengan menempatkan alat-alat atau bak sampah yang sekaligus menjadi mesin daur ulang sampah. "agar yang diangkut oleh truk sampah bukan lagi sampah tetapi kompos atau pupuk cair." 
Lahan yang begitu luas di kebon kongok diharapkannya dijadikan tempat menjemur semua hasil pupuk cair tersebut untuk selanjutnya dikemas dalam karung untuk kemudian bisa dijual.  "gitu aja kok repot."

Tidak ada komentar: